Sebelum cerita ini dimulai, aku akan perkenalkan diriku, aku adalah seorang lelaki dari keluarga yang sederhana dan siswa dari salah satu SMK Negeri di Sumatera Utara, aku memiliki seorang adik perempuan yang terpaut usia 7 tahun di bawahku, ibuku adalah wanita yang membesarkan aku dan adikku seorang diri sejak ayahku meninggal 9 tahun yang lalu.
Aku hidup seperti biasa, setiap pagi berangkat sekolah sama seperti jutaan siswa lainnya. namun ada yang berbeda, aku tak sebahagia orang yang hidupnya berkecukupan yang bisa sekolah hanya dengan biaya dari orang tua. memang aku tidak bekerja, tapi aku mencari uang dari game online kesayanganku.
Aku sering membuat masalah ketika sekolah, mulai dari bolos, merokok di sekolah hingga yang paling parah lainnya, namun sejak 1 bulan terakhir aku jadi anak yg rajin karena aku sedang ngedeketin salah seorang perempuan dikelasku. bisa dibilang ini pertama kali aku benar-benar jatuh cinta pada seseorang, walaupun katanya terlalu terlambat jatuh cinta diumurku yang hampir 17 tahun.
Cinta pertamaku ini tidak terlalu cantik, tapi bagiku dia seperti bidadari yang hadir dari sela-sela tulang rusukku. pagi ini kusapa dia dengan senyuman, dan dia membalasku dengan senyumnya yang menawan, pernah suatu hari aku buatkan dia gelang anyaman dan aku mengukir namanya dimainan yang ada digelang tersebut, lalu tanpa sepengetahuannya aku meletakkan gelang tersebut didekat pot bunga didepan rumahnya, dan keesokan harinya dia menunjukkan salah satu gelang yg ada ditangannya yg tak lain adalah gelang yg kubuat khusus untuknya.
Dia bercerita padaku ada yang meletakkan gelang bertuliskan namanya dipot bunga didepan rumahnya, tapi dia tidak tahu siapa yg meletakkannya disana, dia kelihatan benar-benar sangat bahagia seperti memiliki ribuan fans yg mencintainya. 2 bulan aku jalani dengan mencoba mengenal semua tentangnya dan menjadi pengagum rahasianya tanpa dia sadari, semakin hari aku semakin menyayangi dan mencintainya, namun tanpa kusadari awal langkahku ini akan menjadi mimpi burukku dimasa yang akan datang.
Cinta pertamaku ini tidak terlalu cantik, tapi bagiku dia seperti bidadari yang hadir dari sela-sela tulang rusukku. pagi ini kusapa dia dengan senyuman, dan dia membalasku dengan senyumnya yang menawan, pernah suatu hari aku buatkan dia gelang anyaman dan aku mengukir namanya dimainan yang ada digelang tersebut, lalu tanpa sepengetahuannya aku meletakkan gelang tersebut didekat pot bunga didepan rumahnya, dan keesokan harinya dia menunjukkan salah satu gelang yg ada ditangannya yg tak lain adalah gelang yg kubuat khusus untuknya.
Dia bercerita padaku ada yang meletakkan gelang bertuliskan namanya dipot bunga didepan rumahnya, tapi dia tidak tahu siapa yg meletakkannya disana, dia kelihatan benar-benar sangat bahagia seperti memiliki ribuan fans yg mencintainya. 2 bulan aku jalani dengan mencoba mengenal semua tentangnya dan menjadi pengagum rahasianya tanpa dia sadari, semakin hari aku semakin menyayangi dan mencintainya, namun tanpa kusadari awal langkahku ini akan menjadi mimpi burukku dimasa yang akan datang.
Suatu malam di hari ulang tahunnya tepatnya 5 Mei aku memberanikan diri untuk mengutarakan perasaanku padanya, dan malam itu juga dia menolak dengan alasan dia sudah memiliki orang lain. awalnya yang kufikir "oke, ga masalah", karna aku tak merasa terlalu sakit hati kepadanya, tapi entah kenapa sejak kejadian itu aku semakin suka padanya dan setiap bertemu dengannya dadaku terasa sesak dan perih dan rasa suka namun sakit ini terus berlanjut. 3 bulan berlalu sejak malam aku mengutarakan perasaanku padanya dan sampai saat ini aku masih tetap jadi pengagum rahasianya. Entah kenapa rasa sayang yg menyiksaku ini tak bisa hilang dan semakin dalam kurasa setiap harinya. aku semakin menyukainya dan entah kenapa walaupun aku mencoba menjauh dan melupakannya berkali-kali, rasa ini tak pernah berubah bahkan aku semakin sayang padanya.
Perasaan yg sangat menyiksa ini tak mampu aku tahan, dan akhirnya kulampiaskan dengan memakai "Obat Terlarang", aku menjadi pemakai hanya untuk melarikan diri dari perasaanku sendiri. tapi setiap kali aku tersadar, rasa cinta sekaligus sakit ini tak kunjung menghilang.
Suatu hari sebelum aku berangkat sekolah, tanpa di ketahui siapapun aku pakai "obat" itu. setiba aku disekolah, aku masih terlihat biasa-biasa saja dan tidak ada yang curiga. selama jam pelajaran aku hanya berhalusinasi ria didalam kelas sampai bel pulang berbunyi tanpa seorang pun yg memperdulikanku kecuali si Cinta Pertamaku, dia hanya menatapku tapi tak berani berkata.
Setelah bel pulang aku mulai kembali sadar dari halusinasiku, lalu aku gunakan lagi "obat" yang masih kumiliki, namun aku kelewatan 1 hal, hari ini ada pelajaran tambahan hingga sore hari. Sambil menunggu pelajar tambahan dimulai, aku duduk di bawah pohon dihalaman depan kelasku, benar-benar sejuk dan terasa nyaman ditambah tingginya imajinasiku akibat obat yang kugunakan. tiba-tiba dalam samar penglihatanku bidadari yang aku sayangi sejak 5 bulan lalu menghampiriku, dia duduk di sampingku lalu bersandar dipundakku, dalam sandarnya dia meneteskan air mata, lalu aku bertanya "apa yang terjadi", dia diam dan hanya menjawabku dengan tangis, "apa pacarmu menyakitimu??" tanyaku lagi walaupun aku tak berhak menanyakannya, dia menangis sejadi-jadinya sampai baju bagian pundakku benar-benar basah.
Setelah bel pulang aku mulai kembali sadar dari halusinasiku, lalu aku gunakan lagi "obat" yang masih kumiliki, namun aku kelewatan 1 hal, hari ini ada pelajaran tambahan hingga sore hari. Sambil menunggu pelajar tambahan dimulai, aku duduk di bawah pohon dihalaman depan kelasku, benar-benar sejuk dan terasa nyaman ditambah tingginya imajinasiku akibat obat yang kugunakan. tiba-tiba dalam samar penglihatanku bidadari yang aku sayangi sejak 5 bulan lalu menghampiriku, dia duduk di sampingku lalu bersandar dipundakku, dalam sandarnya dia meneteskan air mata, lalu aku bertanya "apa yang terjadi", dia diam dan hanya menjawabku dengan tangis, "apa pacarmu menyakitimu??" tanyaku lagi walaupun aku tak berhak menanyakannya, dia menangis sejadi-jadinya sampai baju bagian pundakku benar-benar basah.
Entah kenapa emosiku memuncak, tapi kucoba menahannya walaupun dada ini terasa sangat menyesakkan. setengah jam lebih dia bersandar di pundakku, setelah tangisnya reda, perlahan dia tersenyum kepadaku dan masuk kedalam kelas. aku tetap duduk dibawah pohon itu sambil memikirkan masalah apa yang dihadapinya. tiba-tiba emosiku meluap sejadi-jadinya tatkala membayangkan dia disakiti pacarnya. tanpa sadar aku berlari menuju jendela kelas, lalu aku mendaratkan kepalan tanganku ke kaca jendela sekeras-kerasnya hingga hampir seluruh kacanya pecah dan suaranya terdengar hampir diseluruh sudut sekolah, untung saja yang ada disekolah hanya tinggal beberapa siswa karena pelajaran tambahan belum dimulai. teman-temanku segera berlari menuju kelasku, mereka sedikit terkejut tanpa berani menanyakan apa yang terjadi.
Darah mengalir tak henti dari tanganku, namun aku tak peduli, yang penting perasaanku sedikit lega, dan perlahan aku mendengar suara tangis lagi dari dalam kelasku. dengan sedikit sempoyongan aku masuk kedalam kelas, kulihat bidadariku menangis, ku hampiri dia dengan darah yang menetes ditanganku, lalu aku bertanya padanya "kenapa kamu menangis lagi?". "aku tau kamu marah padaku kan?" jawabnya. "aku tak pernah marah padamu, dan untuk apa aku marah?" balasku, lalu dia berkata "kamu marah karena aku menolakmu pada malam itu kan?", "sungguh aku tak pernah marah, dan aku tak akan bisa marah pada orang yang aku sayangi". dia terdiam dan air matanya menetes semakin deras, lalu kudengar suaranya terisak "tolong biarin aku disini sendiri", dengan bodohnya kutinggalkan dia sendiri dan akupun pergi ke tempat biasa aku menyendiri dan bolos pelajaran tambahan. entah kenapa tidak ada yang membahas ataupun bertanya tentang kejadian kaca yang aku pecahkan, teman-temanku bersikap seperti biasa kepadaku.
Beberapa hari ini, setelah kejadian itu Cinta Pertamaku tidak hadir kesekolah, aku curiga apa yang terjadi, namun aku tak berani menanyakan pada sahabatnya. 3 bulan berlalu tanpa kabar dan tak pernah sekalipun dia datang ke sekolah. mungkin dia sudah pindah sekolah fikirku, sampai suatu ketika terdengar di telingaku. "eh dia ga masuk sekolah lagi ya, katanya dia hamil diluar nikah", bisik-bisik tetangga yang menyebutkan namanya lagi hangat di perbincangkan diantara kumpulan ratu gosip dikelasku. Namun aku tak mau percaya dengan gosip seperti itu, pulang dari sekolah aku berniat datang kerumahnya untuk melihat langsung. Baru saja aku memijakkan kakiku tepat didekat kios pulsa didepan rumahnya, dia keluar dari dalam rumahnya bersama seorang pria yg sedikit lebih tua dariku, dan benar saja perutnya terlihat sedikit lebih besar dan aku mulai percaya bahwa dia hamil.
Beberapa hari ini, setelah kejadian itu Cinta Pertamaku tidak hadir kesekolah, aku curiga apa yang terjadi, namun aku tak berani menanyakan pada sahabatnya. 3 bulan berlalu tanpa kabar dan tak pernah sekalipun dia datang ke sekolah. mungkin dia sudah pindah sekolah fikirku, sampai suatu ketika terdengar di telingaku. "eh dia ga masuk sekolah lagi ya, katanya dia hamil diluar nikah", bisik-bisik tetangga yang menyebutkan namanya lagi hangat di perbincangkan diantara kumpulan ratu gosip dikelasku. Namun aku tak mau percaya dengan gosip seperti itu, pulang dari sekolah aku berniat datang kerumahnya untuk melihat langsung. Baru saja aku memijakkan kakiku tepat didekat kios pulsa didepan rumahnya, dia keluar dari dalam rumahnya bersama seorang pria yg sedikit lebih tua dariku, dan benar saja perutnya terlihat sedikit lebih besar dan aku mulai percaya bahwa dia hamil.
Aku segera berlalu dan tak ingin menyapa ataupun terlihat olehnya, sepanjang jalan aku terus memikirkannya. "dia kan belum menikah" tanyaku dalam hati. aku tetap berjalan, hatiku benar-benar sakit, mungkin lebih sakit daripada disayat seribu pedang, aku masih tak habis pikir dan aku masih belum bisa menerima apa yg kulihat. kemudian seorang teman baikku, mengirimi aku pesan singkat yang berisi. "eh, kamu tau ga kalo si 'dia' hamil diluar nikah??", tanpa sempat ku balas, pesan tersebut langsung ku hapus.
Seharian aku tinggal dirumah, tak seperti biasanya aku yang jarang pulang kerumah, ibuku bertanya "loh tumben dirumah??", aku hanya membalas dengan kerutan di wajahku. aku melamun sepanjang hari dan tanpa sadar matahari hampir terbenam. aku yang sedang lelah dengan kehidupan ini beranjak pergi mencari penjual "obat" yang biasa kuminum, kali ini aku beli lebih banyak dari biasa, hampir sepuluh kali lipat banyaknya. fikiranku sedang kacau dan aku tak kuasa menahan hati ini yang benar-benar hancur dan kehilangan arah. aku benar-benar sayang padanya, mungkin aku lebih menyayanginya dari siapapun didunia ini. dan aku benar-benar berharap punya kesempatan untuk memilikinya. tapi karena semua kejadian ini, kesempatanku mungkin tak ada lagi.
Entah sadar atau tidak aku meminum semua "obat" yang kubeli, disalah satu warnet langgananku yang tak jauh dari rumah. 15 menit berlalu tanpa terjadi apapun. setengah jam kemudian, aku mulai berhalusinasi berada disebuah dataran luas, dengan langit merah membara, ditempat tersebut terduduk ribuan bahkan jutaan orang yang berdzikir dengan nada yang membuatku benar-benar merasa ketakutan.
Aku tersentak dan sedikit tersadar dari halusinasiku, aku segera berusaha berdiri dan hendak pergi dari warnet ini. aku berjalan perlahan, bius dari "obat" yang kuminum semakin meninggi hingga aku hampir tak bisa melihat apapun, hanya ada bentuk abstrak dari semua benda yang terlihat dimataku. Dengan sempoyongan aku berjalan dan entah kenapa aku sadar satu hal, tempat yang sedang ku tuju adalah rumahku, 10 menit berjalan kaki, aku tiba didepan pintu rumahku, ada adikku disana, dia bertanya, "muka abang kenapa merah kali kaya gitu??", aku tak mampu menjawab, aku hanya mencoba berjalan terus menuju kamar, setibanya dikamar aku terjerembab dan tak sadarkan diri, setelah itu...
Bersambung.....
nantikan kisah selanjutnya ^_^

